Sebelum cahaya pertama menyapa
Kandang bagi anak- anak kata. Selamat berkunjung di Kandang Waung yang merumahkan tulisan- tulisan Asu Gunung (domenicosavioega).
Selasa, 02 Desember 2025
Jejak Ranting Cemara
Sebelum cahaya pertama menyapa
Minggu, 23 November 2025
Kepada Embun di Pucuk Cantigi
Setelah usai perjalanan
Senin, 20 Oktober 2025
Francesco
Anak- anak
kurus kehilangan Bapa
Para
tentara yang angkat senjata kehilangan pendoa
Dunia
kehilangan teduhnya
Kau pulang
kepada Bapa
Akh,
Aku tak
punya dupa yang wangi malam ini
Tapi kau
rumahnya pemakluman
Dan tentu
kau maklum bahwa asap yang mengepul di kamarku
Dalam
mendoakan kepulanganmu bukan asap dupa atau ratus tapi samsu sebungkus
Bersama
asap putih yang membumbung ini, aku menitip doa
Doa
keselamatan bagi perjalanan jauhmu kali ini
Satu kali
Bapa Kami dan berkali- kali Salam Maria
Aku tutup
dengan Kemuliaan
Aku kenang
senyum sederhanamu yang biar sederhana tapi selalu ada
Dan saat
ini mungkin kau juga senyum sendiri
Melihat
umatmu yang satu ini merenungkan karyamu di sudut kamarnya
Sesekali
diseruputnya kopi hitam, sehitam duka kehilangan ini
Kubayangkan
kembali beberapa detik temu pandang kita
Beberapa
detik yang penuh rahmat dan syukur
Berkat-
berkatmu bagi anak- anak kecil dan miskin
Doa- doamu
bagi yang disingkirkan dari masyarakat
Kini kau
tempuh perjalanan jauh dan sunyi menuju keabadian
Karyamu
tertinggal dalam kenang
Satu
helaan napas Panjang
Sebelum
kata “Amin” pada Salam Maria Terakhir
Satu
Helaan napas Panjang
Sebelum
kata “Amin” pada Kemuliaan terakhir
Asap
terakhir membumbung membawa doa paling ikhlas
Dan
sebatang terakhir, aku letakkan di asbak…
Doa
yang baik bagimu, Francesco
22
April 2025
Asu Gunung
Rabu, 15 Oktober 2025
Bagimu Ku Gelarkan Sriwedari
Marilah kekasihku,
Mekarkan kembang bibirmu yang merah ranum
genggam kembali jari- jari usangku
pandangi bersama susutnya mentari tua
yang perlahan bersimpuh di balik punggung dunia
Marilah kekasih,
Binarkan 'caya matamu yang penuh kerlip
kita hitung lagi bintang malam
yang tak satu pun seindah kerlingmu
Mari kekasihku,
Menarilah, bentangkan busur tanganmu
bersama selaksa merak putih yang berlari- lari
diiringi merdu tetembangan seekor kepodang
yang berkidung tentang kasih yang tak usai
Marilah kekasihku,
telah aku gelarkan bagimu Sriwedari
menjadi taman cerita cinta
yang tak pernah sampai...
Kranji, 16 Oktober 2025
Asu Gunung
Kamis, 05 Juni 2025
Biru
Baiknya kita bergegas
berkemas dan membawa pulang semua
hutang- hutang rasa yang telah kau paksa lunas
Pada pamitan yang pamungkas
kau jinjing tas kisah lama
yang tak seberapa besar lagi tak penuh itu
Ragamu perlahan dan pasti menjauh
mengabur dari pandang
suara lirih senandungmu diterkam sunyi
Aku kembali masuk ruang yang kosong
dan ternyata, kau lupa membawa kisah kecil
yang dulu kita rawat hidupi bersama
Kau lupa memasukkan kisah kecil itu
dan kau terburu waktu
berlari mengejar biru....
Bekasi, 05 Juni 2025
Asu Gunung
Senin, 02 Juni 2025
Sepanjang Bakauheni- Merak
Kepada kawan sejalan
Di tepian pagar kapal
lepas Bakauheni
Batang- batang rokok
menemani kembali pada masa yang berlalu
Cerita dibarter dengan cerita
kisah ditukar dengan kisah
dan tawa sama- sama dibagi rata
hingga terik tak lagi peduli
Jangan mati dahulu, penutur cerita
telingaku masih ingin menerima banyak kisahmu
langgengkan hidupmu, bung
masih banyak gelas- gelas kopi yang belum terisi
sediakan ceritamu menjadi isinya
Dan pada suatu saat nanti
cerita- cerita ini yang akan kita wariskan
kepada pemuda- pemuda pemilik masa
Bahwa laut telah diseberangi
Andalas telah disambangi
dan hari dimenangi...
Bekasi, 3 Juni 2025
Asu Gunung
Kamis, 22 Mei 2025
LAWU
Seperti yang aku dan kau juga tahu
puncak yang aku pijak bukan tanah tertinggi
di hampar ilalang luas di bawah Hargo Dumilah
Aku menziarahi kenangan- kenangan yang bersemayam
di balik dinginnya halimun gunung Lawu
Di antara jerit wanara tua
kita menikam kesunyian
ku panggil- panggil setiap harapan lama
yang bersemayam dalam sepi luas savana
Setiap tapak langkah satu- satu
menghantarkan kembali waktu yang lalu
menyelipkan doa- doa khusuk
di balik keras tajamnya batu- batu Cemara Sewu
Dan di sepanjang punggung Lawu
dalam perjalanan sunyi dahulu
namamu yang selalu menjadi syafaatku
Lawu... Lawu..
Pada nadimu aku titipkan rindu
yang tak pernah mengalir sampai ke hulu
Kranji, 14 Mei 2025
Asu Gunung
Minggu, 10 November 2024
Layang- Layang
Sepasang mata bocah itu memandangku penuh isyarat
lalu tawanya mengembang lebar
tanganku dipinangnya
sampai pula di ladang buana
Anak itu menarik ulur benang waktu
ia melipat jaman
ditungguinya angin yang aduhai
dan dilepasnya layang- layang kehidupan
Pada tanganku,
ia serahkan segulung benang...
Kelas, 29 Januari 2020
Asu Gunung
Jarak
Pada waktunya nanti
akan sama kita pahami
jarak 'tak pernah memisahkan kita
Ia hanya memberikan ruang untuk rasa
Kita akan menerima akhirnya
jarak yang memupuk rasa
Rasa bertumbuh menjadi rindu
Rindu menebalkan cinta, kayaknya
Dan sayangku,
rindu selalu menunggu temu
lantas apakah yang lebih indah
lain pada bertemunya dua manusia
setelah panjang daras doa merayu waktu?
Lalu dalam setiap temu
rasamu dan rasaku menyatu
maka kita beri waktu untuk rindu
menjadi lunas dalam temu yang 'tak tentu
Jangan lagi bersungut, kekasihku
Jangan lagi mengutuki jarak dan waktu
karena pulangku menumpang waktu
Dan setidaknya...
Jarak mengurung kita dalam rindu...
Ia melindungi kita dari jemu...
Perpustakaan, 10 Februari 2020
Asu Gunung
Topeng
Buat Marx
Wajah- wajah semakin pucat
cahaya memudar
beberapa menggadai topeng
menawarkan pada kenyataan
Kranji, 12 Februari 2020
Asu Gunung
Ku Pindah Mahameru
Untuk Angkatan Ke-7
Ke tepi ciliwung aku pindahkan
puncak para dewa dan dewi
lantas anak- anak jaman
bernyanyi dan menari
Mahameru merendahlah
hanyutlah bersama tirta
jangan lagi tinggi, leburlah
biar dinginmu menyatu dengan dinginnya Cisarua
Di sini tak ada pekat asap belerang
hanya sesak debu polusi dan raung mesin
biarkan menjadi satu...
Tepi Ciliwung, 7 November 2024
Asu Gunung
Minggu, 03 November 2024
Kisah Tuan
Dari seru tak tahukah engkau, aku harus berada di rumah bapaKu
Sampai ke ujung pamit Aku menyertaimu sampai akhir jaman
Mulai, ibu waktuku belum tiba
hingga eloi... eloi... lama sabakhtani
Aku mengingat kembali kisah Tuan
sebelum sejenak aku tenggak minum terakhirMu
dan syukur bagiMu...
Minumku tak seasam itu...
Agaknya kisah Tuan akan menjadi sedikit lebih panjang malam ini
karena ini malam yang layak kita ingat
selain pada malam perjamuan terakhir itu
Ini malam aku berceloteh dan kau dengan tenang mendengar...
Eh, isi gelasku kok berkurang?
(Belum selesai...)
Senin, 23 September 2024
Luka
Apabila dingin malam mulai menusuk ringkih tubuh
Kerikil- kerikil tajam seolah menanti menyayat telapak kaki
mungilmu
Aku nantikan dirimu di ujung jalan sebagai bayang- bayang
Ku sertakan senyum pelipur untuk lelahmu…
Bulan masih penuh dan pucat
Kabut tipis membeku rindu yang tak kunjung pudar
Genangan-genangan cerita lama berserakan di tepian
Berisik mereka menagih untuk disambang
Telah mereka sediakan kopi dan sebungkus rokok
Menemani jumpa yang masih rencana
Sampai lupa
Kaki mungilmu masih menetes darah…
Bekasi, 23 September 2024
Asu Gunung
Senin, 27 Mei 2024
Candu
Menyebut namamu dalam doa malamku adalah candu
tidak mungkin lagi aku tidakkan
walau air mata tentu menetes selalu
mengiringi gerimis medio November
Menelan rinduku untukmu adalah candu
walau rindu tak juga kunjung bertemu
bagai anak rantau yang tak pernah tahu
arah jalannya untuk pulang
Candu terakhir, aku hisap
dalam batang- batang hari yang sedang berganti...
(Asu Gunung)
... (5)
Memburu dirimu
membuatku cemburu
pada sendok nasi goreng
yang selalu kau kecup ketika menyuapimu...
Membuatku cemburu...
Pada segelas air putih
yang selalu bisa merasukimu...
(Asu Gunung)
... (4)
Kopi di cangkirku dingin
tulangku menggigil dan hatiku meringkuk
rasamu sepahit kopiku
dan aku...
tetap masih ingin mencecap...
(Asu Gunung)
... (3)
Hey, apakah kau sedang merasakan rindu?
Berbahagialah...
Itu adalah hadiah terindah yang diberikan jarak dan waktu...
(Asu Gunung)
... (1)
Kenapa tawamu memejamkan mata?
Oh, ada cerita panjang
yang kau sembunyikan di matamu ya?
Semoga buka luka...
Asu Gunung
Jejak Ranting Cemara
Sebelum cahaya pertama menyapa sudah kita kemasi semua segala kenangan dan rasa tanpa tertinggal satu juga Langkah kita tak lagi ringan ter...
-
Bus malam berjalan cepat menembus gelapnya jalanan Solo-Jogja di malam berkabut itu. Bus malam yang hanya beri...
-
Sepasang mata bocah itu memandangku penuh isyarat lalu tawanya mengembang lebar tanganku dipinangnya sampai pula di ladang buana Anak itu me...
