Di dalamnya
bersemayam rindu dan cinta
yang diaduk sepenuh asa
diteguk mesra
dikawani sepotong biskuit doa...
Bekasi, 12 November 2022
Asu Gunung
Kandang bagi anak- anak kata. Selamat berkunjung di Kandang Waung yang merumahkan tulisan- tulisan Asu Gunung (domenicosavioega).
Di dalamnya
bersemayam rindu dan cinta
yang diaduk sepenuh asa
diteguk mesra
dikawani sepotong biskuit doa...
Bekasi, 12 November 2022
Asu Gunung
Hari ini cerita masih mengalir
Kemana kita akan berakhir?
Masih terlalu pagi untuk tenggelam dalam takdir
Sementara di sana, pada dasar cangkir
Masih ada setumpuk getir
untuk kita peras sampai nadir…
Kranji, 10 Mei 2022
Asu Gunung
Nafasku ringan berhembus silih ganti
aku larik memanjang kisah yang lalu
aku dibuai kenangan yang meronta di pengasingan
kamu berbisik pelan dan semakin pelan
perlahan meniada kata...
Sebutan namamu menjelma anamnese
aku ingat dirimu dalam separuh tantra
sebelum menjelma doa- mantra
Matahari memerah dan anggun
sekilas delima menggantung di awang- awang
ranum dan mempesona
cahaya layu menghangatkan sudut hati yang redup
sinar merahnya mewarnai hati yang pucat
Kamu kini menjadi delima yang ranum
yang menghias diawang- awang kenanganmu
matahari terakhir terlelap di hari yang paling ujung
Aku selipkan doa di larik- larik ingatanku
agar namamu tak terhapus waktu
agar kelak kita kembali bersama memaki hari- hari
yang tak pernah sampai akhir kita nikmati
Aku tandaskan kopi cangkir terakhir
aku pecahkan di matinya hari ini...
Kranji, 11 April 2022
Asu Gunung
*untuk N
Siang itu, kamu hadir kembali ke muka
Dengan raut suram
Dengan tatapan nanar
Mengawang memandang masa lalu
Meninggalkan ragamu di masa yang kini
Kesini, ngger- cah ayu...
Ceritakan pada bapak dukamu, dukaku
Tuturkan pada bapak sesalmu, sesalku
Bawakan laramu, menjelma laraku
serahkan segala sungkawa
Bapak taburkan doa di pusara sebagai ganti bunga- bunga
Bapak untaikan sejuta doa pembasuh luka
Bapak roncekan selaksa doa penyembuh jiwa
Mari, nak... anak cantikku...
Sekali lagi untuk selamanya bapak tuntun
Karena terlanjur kau datang
Terlanjur kau berpulang di peluk pusara
Maka ke keabadian langkah kita
Jangan ingat mengenang luka, saatnya merajut rela
Jangan mengingat dosa, itu dosa bukan kau punya
Kubasuh dengan doa
Melepas noda dan petaka
Sambil menunggu
Mereka yang masih ada belajar tentang menjadi manusia...
Doa bapak adalah penyembuh
Maka kau pulang kepada bapakmu ini
Kau sembuh, anakku
Kau bersih, putriku- manisku
Biar dosa kembali pada pembuatnya
Biar luka hinggap pada pemilknya
Biar sungkawa menjadi tanda pangkat di seragam
Dan selalu tersemat pada pundak kerasnya
Tiada lagi namanya selain pada nota sesal dan kecewanya...
06 Desember 2018
Asu Gunung
Di dalam cangkir itu
aku aduk cinta
Di dalam cangkir itu
rindu- rindu mengapung
Di dalam cangkir itu
aku menyeduh rasa
aku menyeruput doa...
Bekasi, 10 November 2021
Asu Gunung
Malam- malam bertambah malam
Bintang-bintang redup dalam nestapa
Kabut tipis menjadi dingin dan beku
Pohonan jadi kaku di tingkap yang ragu
Seekor rusa kecil merangkak perlahan di sela bayang
Kelepak sayap- sayap kelelawar riuh
Membelah hening waktu yang tertidur
Merdu bagai siul burung pagi
Ada dingin yang merasuk ke tulang
Ada basah yang dibawa halimun putih
Ada ragu bagi jiwa yang kelabu
Ada gentar yang membikin mata nanar
Ada jua hati yang berdegup kencang
Yang menjajaki jauh di kedalaman malam
Lantas menemu cuma bayang- bayang
Seekor laba-laba menjalin damai dengan benang
putihnya...
Kaki-kaki mungilnya merajut cerita- cerita masa lalu
Tak hirau di ujung lain bom meletup menunggu waktu
Anak-anak bajang bergelimang
Membawa cekikik bagi si pecundang
Yang lari terbirit di balik jubah
dan meringkuk sembunyi dalam khotbah
Rembulan meruncing di kedua sisi
Siap menetak hati yang jamak...
Asu Gunung
30 Agustus 2017
Dalam tatapmu aku habis- hangus
'caya matamu yang nanar, membakar
dan kini aku tinggal abu
yang bercampur debu
yang dihempaskan waktu
yang lagi asyik berkejaran bersama kanak- kanak
Di kemarau hatimu
Kesejukkan bukan lagi bagiku
Klepu, 04 Agustus 2016
Asu Gunung
Berdoalah kau akan mekar
menjadi bunga warna dan warni
menjadi buah
lalu gugur dan menjadi hidup yang baru
Menjadi sombong janganlah
terkadang runa membawamu pada keringnya kemarau
dan kupu- kupu menghadiahkanmu ulat kecil yang lucu
lantas kau pun berlalu sebagai sekedar kuncup
tiada akan dikenang
kau yang tak mekar menjadi bunga warna- warni
menjadi buah lalu menjadi hidup yang baru...
Kamarku, 11 Agustus 2016
Asu Gunung
Rembulan mati di atas bukit
menjadikan gelapnya malam
lantas kemana kita temu cahaya
selain pada lampu jalanan yang bisu?
Rembulan mati di atas bukit
mengikir warna yang perlahan hilang
hanya bayang- bayang pohonan
menari- nari di ujung harap yang dingin dan layu
lantas ada apa di dalam malam
yang menjadi gelap
dalam waktu yang membisu
ketika bulan mati di atas bukit
sebelum nanti hari akan kembali...
Klepu, 14 April 2015
Asu Gunung
Untuk sumpahmu para pemuda
Mata siapa masih mau membaca
Runtut kata-kata indah yang mulai usang
Jalin tutur yang mulai kabur
Telinga mana masih hendak dengar
Suara lantang
Suara bisik
Suara bising
Penyair dan sajak yang layu
Ketika sajak hanya sebatas kata-kata
Yang diucap sebatas indah
Ketika syair hanya sebatas hasil tangan yang mahir
Yang dibaca sebatas refrain
Sajak hanya sebuah mayat
Yang tergeletak dan berbungkus kafan
Yang berarti hanya sebatas nostalgi
Klepu, 02 Oktober 2015
ketika surya di ujung usia
Asu Gunung
Aku berkaca
Di depan cermin lama
Tapi aku’
“tak melihat diriku
Pada kacamu…
Kelas, 5 September
2019
Asu Gunung
Sebelum cahaya pertama menyapa sudah kita kemasi semua segala kenangan dan rasa tanpa tertinggal satu juga Langkah kita tak lagi ringan ter...