Di utara angin membelai ombak lembut sampai bibir pantai
bagai usap halus kekasih pada helai- helai rigma gadisnya.
Di selatan angin menggampar- menampar karang
dibanting- dibuang segala khianat dan lukanya.
Dan di tengah- tengahnya ada namamu duhai nona kota
yang tak bisa tidak aku syafaatkan setelah Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Maka biar pun Ariadne tak memintal benang kasih
jadi sesat labirin kisah kisah kita
Namun derit rumpun bambu yang saling jabat
menopang kita untuk 'tak goyah dan patah
serta dersik daunnya memastikan kita tidak kering dihisap sepi...
Kranji, 2 Juni 2026
Asu Gunung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar